Opini

Debat Cawapres, Bacaleg Pemuda Perindo: Mahfud MD Tunjukan Keunggulan dari Sisi Pengalaman

Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) Partai Perindo untuk DPR dari Dapil 2 Nusa Tenggara Timur (NTT), Firda Riwu Kore menilai bahwa Calon Wakil Presiden dari nomor urut 3, Mahfud MD mampu menunjukan keunggulannya dari sisi pengalaman pada saat debat cawapres.

“Dari hasil debat malam ini Prof Mahfud menunjukkan sisi atau keunggulannya dari sisi pengalamannya. Beliau dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tepat sasaran apalagi yang berkaitan dengan prasarana atau sarana hukum,” kata Firda kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (22/12/2023) malam.

Firda menyebutkan bahwa dirinya juga menyoroti closing statement Mahfud MD terkait pemberantasan korupsi dan melakukan pemerataan hukum tanpa pandang buluh.

“Menurut saya itu adalah satu hal yang betul-betul yang menjadi masalah selama ini di Indonesia yaitu korupsi dan pemberantasan korupsi adalah satu hal yang sangat penting dalam kemajuan indonesia,” jelasnya.

Lebih jauh, Firda juga menegaskan bahwa dalam debat itu Mahfud lebih tegas dalam percepatan dan penyempurnaan ketimbang pasangan calon wakil presiden lainnya.

Sebelumnya, Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut tiga Mahfud MD menyampaikan 21 program unggulan yang diusungnya bersama Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

“Saudara-saudara seluruh bangsa Indonesia, Kami Ganjar dan Mahfud ingin memastikan untuk menyelenggarakan negara yang bersih melalui penegakan hukum tanpa pandang bulu. Ganjar Mahfud menyiapkan 21 program unggulan senilai 2.500 Triliun Rupiah selama 5 tahun,” ungkap Mahfud menutup debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2023).

Mahfud pun mengungkapkan program satu yakni 17 juta lapangan kerja. Dua, 1 Desa 1 faskes 1 nakes. Tiga, uang saku kader Posyandu. Empat, 10 juta hunian punya rumah semudah punya motor. Lima, sekolah dapat gaji lulus pasti kerja. Enam, keluarga miskin satu sarjana. Tujuh, perempuan maju. Delapan, buruh naik kelas. Sembilan, kuliah gratis untuk anak prajurit dan Bhayangkara. Sepuluh, mudah berusaha termasuk UMKM dan koperasi.

“Sebelas, masjid Sejahtera pengurus Masjid terlindungi. Dua belas, guru ngaji dan guru agama lain digaji, pasokan pangan aman harga enak di kantong lansia bahagia anak cucu gembira. Lima belas, petani bangga bertani,” katanya.

Mahfud kemudian melanjutkan program ke enam belas yaitu di laut kita Jaya, nelayan Sejahtera. Tujuhbelas, disabilitas mandiri berprestasi, satu Desa satu mobil akses. “Delapan belas, internet super cepat gratis dan merata. Sembilan belas, bansos pasti lanjut tapi harus tepat sasaran. Dua puluh, sikat KKN dan terakhir KTP Sakti.”

“Segala kebijakan pemerintah harus mengutamakan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat termasuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar seperti Ketentuan Pasal 34 ayat 1 Undang-undang dasar. Semoga semua keikhlasan kami mendapat ganjaran ilahi dan tercatat di Lauhul Mahfudz,” pungkasnya.(msar)

Tulisan Terkait