Nasional

Hajatan Rakyat dan Doa Bersama di Amerika Serikat untuk Menangkan Ganjar-Mahfud

Warung D3mokrasi muncul kembali di Atlanta namun kali ini dari sebuah kota kecil Marble Falls yang berada agak di luar Kota Austin, Amerika Serikat. Hajatan Rakyat digelar di kediaman salah satu pendukung Paslon nomor urut 3 Ganjar Mahfud juga dimeriahkan dengan warung sungguhan oleh dua tamu UMKM dari Houston yang menjajakan makanan nusantara.

 

Topik hangat seputaran peran serta Presiden dalam kampanye mendukung salah satu Paslon, diangkat dalam diskusi D3mokrasi kali ini.

 

Para diaspora di Austin yang sebut diri mereka sebagai Austinites mengemukakan pendapat bahwa sah-sah saja Presiden mendukung salah satu Paslon jika memang tidak dilarang oleh undang-undang, namun demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sebaiknya presiden bersama aparat negara bersikap netral sehingga pemilu dapat berlangsung secara tertib, damai, dan lancar.

 

“Secara etika sebaiknya presiden tidak melalukan hal ini, karena presiden harus memberi contoh kenetralan pemerintah, Presiden juga mendukung siapa saja yang menjadi pemenang pemilu untuk melanjutkan pemerintahan yang berikutnya. Kegiatan yang dilakukan oleh presiden akan selalu mempengaruhi rakyat dan juga petugas pemerintahan baik secara langsung atau tidak,” Emil Harsa selaku tokoh senior masyarakat Indonesia di bidang IT dan robotics merangkap Bendahara TPLN USA, dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (1/2/2024).

 

Beberapa topik juga diutarakan dalam diskusi kali ini, salah satu yang menarik adalah anggaran 21 program Ganjar-Mahfud yang bernilai Rp500 triliun dibandingan dengan 1 program Prabowo-Gibran yang bernilai Rp400 triliun untuk makan siang dan susu gratis untuk anak sekolah.

 

“Sepertinya program ini belum sepenuhnya dipikirkan secara matang oleh kubu 02, dari mana makanannya kalo kita masih mengimpor bahan dasar makanan? siapa yang masak? darimana juga susunya? Hal-hal ini membuat kita berpikir-pikir apakah ada potensi KKN dengan program tersebut,” ujar Emil.

 

Program Prabowo-Gibran seperti memberi ikan untuk sebagian rakyat, sedangkan program-program Ganjar-Mahfud itu seperti memberi kail. Dimana kail itu, kata Emil, akan lebih mensejahterakan rakyat, membuat rakyat dapat independen untuk menaikan dan menunjang ekonomi keluarganya.

 

“Siklus ini akan berulang turun menurun sehingga kita bisa menjadi bangsa yang lebih sejahtera. Sementara memberikan ikan hanya penyelesaian sementara dan membuat rakyat bergantung kepada pemerintah sehingga akan lebih mudah untuk di kontrol dan di bungkam suara dan kritiknya. Program ini tidak pantas untuk negara demokrasi kita,” imbuhnya.

 

Acara dilanjutkan dengan menulis aspirasi pendukung Ganjar-Mahfud di Austin tentang apa yang akan dititipkan di pundak pemerintahan Ganjar-Mahfud jika menang. Sebagian besar isinya adalah mendoakan semoga Ganjar-Mahfud tetap semangat dan menang dalam pemilu mendatang.

 

“Ada beberapa aspirasi juga yang patut kita sampaikan seperti berantas Narkoba, kurangi/hilangkan polusi di Indonesia, Ingat wong cilik/ rakyat, dan selalu konsisten dalam pendirian. Yang lainnya sudah sering kita dengar mengenai jaga demokrasi, pancasila, uud 45, konstitusi, tegakkan HAM, dan sebagainya,” ujar Emil yang dalam kesempatan tersebut juga membagikan konten kreatif atas dukungan mereka di Instagram @usaforganjarpranowo.

 

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk NKRI dan Kemenangan Ganjar-Mahfud. Austinites berharap pemilu berjalan dengan lancar, damai dan tertib sehingga bangsa ini tidak terpecah belah siapapun pemenangnya.

 

Hajatan Rakyat yang digelar di Austin pada Sabtu 27 Januari 2024 oleh Warung D3mokrasi yang tergabung bersama USA for Ganjar-Mahfud kemudian dilanjutkan di berbagai kota di Amerika Serikat, di antaranya Oregon, Atlanta, Chicago, dan New Hampshire.

 

Dikutip dari pernyataan Sri Fitz selaku Juru Bicara TPLN USA sekaligus Ketua Direktorat Relawan yang berdomisili di Connecticut tersebut mengungkapkan kegiatan para relawan pada akhir minggu Januari memang bertujuan untuk menyambut pesta demokrasi yang akan dimulai lebih awal di AS pada 4 Februari 2024.

 

(msar)

Tulisan Terkait