Regional

Mengenal Kampung Naga, Desa Adat di Tasikmalaya yang Menolak Listrik dan Teknologi

KAMPUNG Naga merupakan salah satu desa adat yang ada di Tasikmalaya, Jawa Barat. Kampung ini menjadi salah satu destinasi desa wisata bagi para pelancong dari dalam maupun luar kota.

Lokasi Kampung Naga sendiri berada di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Atau lebih tepatnya kampung ini berada di pinggiran Sungai Ciwulan. Untuk sampai ke sini, pelancong harus melalui medan yang cukup curam dengan jarak tempuh yang lumayan jauh.

Bagi yang ingin tahu lebih jauh mengenai Kampung Naga Tasikmalaya, berikut sejumlah fakta unik mengenai desa tradisional yang menolak listrik dan teknologi ini.

Asal-usul Kampung Naga

Kampung yang berada di antara lembah yang subur, penuh perbukitan hijau, serta udara yang adem nan sejuk ini terasa begitu asri dan masih kental dengan adat serta budaya.

Nama Kampung Naga terdengar cukup unik. Sepintas mungkin Anda akan berpikir jika Naga yang dimaksud adalah hewan mitologi dengan bentuk seperti ular raksasa yang berasal dari Tiongkok.

Padahal, hal tersebut sepenuhnya salah. Karena Kampung Naga tidak ada hubungannya dengan mitor Naga atau ular.

Menurut Punduh atau semacam kuncen Kampung Naga, asal usul Kampung Naga adalah karena kampung ini berada di lembah atau jurang.

Dalam bahasa Sunda, lembah atau jurang disebut sebagai ‘dina gawir’. Kata ‘dina’ merujuk pada kata ‘di’ dalam Bahasa Indonesia, sedangkan kata ‘gawir’ berarti lembah atau jurang. Jadi ‘dina gawir’ bisa diartikan sebagai ‘di lembah/di jurang’.

Orang Sunda biasanya melafalkan kata ‘dina’ dengan ‘na’ saja, sehingga penyebutan ‘dina gawir’ dilafalkan menjadi ‘na gawir’. Dari kata ini, lambat laun orang-orang jadi menyebut ‘na gawir’ menjadi ‘Naga’ dan dijadikan sebagai nama kampung tersebut sampai saat ini.

Keunikan Kampung Naga

Masyarakat yang bermukim di Kampung Naga masih memegang kokoh prinsip ketradisionalan yang mereka miliki. Nah, berikut sejumlah fakta unik mengenai kehidupan masyarakat Kampung Naga;

– Masyarakatnya masih menghormati alam sekitar

– Warga Kampung Naga menolak penggunaan listrik dan teknologi

– Di Kampung Naga, masyarakatnya masih memegang teguh ketradisionalan yang mereka miliki, namun juga berimbang dengan agama yang mereka yakini, yaitu agama Islam

– Memiliki sejarah kerjaan di tanah Sunda

– Memiliki Tugu Kujang sebagai simbol khas Sunda

– Sangat patuh terhadap pesan para leluhurnya.(msar)

Tulisan Terkait