Nasional

Wapres Maruf: Jangan Sampai Ada Permusuhan Sesama Umat karena Beda Capres!

Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin bersilaturahmi dengan para ulama se-Bangil di Kediaman Habib Abu Bakar Assegaf, Jl. Dorang No. 377, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur.

Dalam pertemuan tersebut, Wapres membahas berbagai isu, salah satunya Pemilu 2024, karena saat ini sudah memasuki masa kampanye pemilihan calon presiden (capres).

Dalam kesempatan itu, Wapres mengimbau untuk memilih sesuai dengan nurani. Kalaupun terjadi perbedaan pilihan, ia mengingatkan, jangan sampai terjadi permusuhan.

“Jangan sampai ada permusuhan sesama umat, jangan sampai terbelah. Kalau perbedaan karena ijtihadnya berbeda pasti terjadi. Tapi jangan sampai terjadi permusuhan dan keterbelahan umat,”ujarnya dikutip, Sabtu (23/12/2023).

Menurut Wapres, dalam memilih capres, merupakan perkara hati dan sangat personal. Oleh sebab itu, dia tidak pernah mendorong untuk memilih salah satu pasangan.

“Karena itu saya tidak pernah mendorong untuk memilih (capres) ini. Mintalah fatwa pada hatimu. Oleh karena itu, bisa jadi berbeda-beda, bisa jadi sama,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Wapres juga membahas isu syariah. Ia menekankan bahwa syariah bukan hanya tentang ilmu fikih (hukum Islam) dan akidah, tetapi juga muamalah.

“Walaupun saya jadi Wapres, saya tetap mengembangkan ekonomi syariah. Syariah bukan hanya akidah tapi muamalahnya. Saya menganggap ekonomi syariah menerapkan fikih dalam perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Wapres pun mengajak para ulama yang hadir untuk memberikan perhatian terhadap isu-isu muamalah yang tetap berpegang teguh pada prinsip syariah. Sebab ulama berpendapat muamalah tanpa syariah tidak ada nilainya.

“Bisanya kyai kalau ngomong akidah gercep, tapi kalau muamalah tidak mau. Untuk itu, ini menjadi tugas kita secara keseluruhan,” pungkasnya.

Diketahui, para ulama Bangil yang hadir dalam silaturahmi tersebut di antaranya Habib Abu Bakar Assegaf, K.H. Sobri Sutroyono, K.H. Zainuddin Siroj, K.H. Zainul Mustain, K.H. Huda Cholil, K.H. Fahrur Rozi, K.H. Abdur Rachman, K.H. Syamsul Arifin, K.H. Sholeh Hayat, dan Gus Wildan.(msar)

Tulisan Terkait